Senin, 09 September 2013

Kecepatan Broadband dan Pertumbuhan Ekonomi

Muh. Reza Arief Rahman, S.Kom 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kini memegang peranan penting dan merupakan kendaraaan revolusioner bagi negara-negara di dunia dalam beradaptasi dengan perkembangan dunia. TIK sangat diperlukan dalam memperluas dan mengelola informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan teknologi di bidang TIK begitu pesat dimana teknologi dan inovasi bergerak dinamis. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini berkembang pesat. Tak terlepas perkembangan TIK di Indonesia yang diprediksikan akan mendominasi dunia ekonomi. 

Saat ini istilah broadband biasanya menggambarkan koneksi internet yang berkusar 5 kali sampai 2000 kali lebih cepat dari teknologi dial up internet sebelumnya. Perkembangan teknologi ini membuat akses ke belahan dunia lain dapat dilakukan tanpa batas dan waktu. Media transmisi sinyal jaringan pita lebar atau broadband saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Sedangkan Internet memiliki peran penting dalam rangka menumbuhkan roda perekonomian di Indonesia, khususnya di dunia bisnis (internet marketing) internet sangat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi secara online bahkan para pelaku bisnis di Indonesia dapat melebarkan sayap usahanya sampai keluar negeri yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kemajuan perekonomian di Indonesia. Sebaliknya, konsumen pun semakin mudah dalam memenuhi kebutuhan apapun, entah untuk kebutuhan bisnis ataupun pribadi. Konsumen bisa langsung bertransaksi di Forum Jual Beli (FJB) ataupun toko online lainnya. Dengan demikian roda perekonomian di Indonesia jadi semakin maju.

Teknologi internet broadband adalah sebagai jaringan yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Jaringan internet broadband dapat digunakan oleh banyak kalangan. Mengapa harus mempertimbangkan broadband? Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasi-aplikasi sekaran ini menuntut internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.

Perkembangan jaringan pita lebar (broadband) yang begitu pesat dewasa ini dinilai memegang peranan penting dalam perkembangan dunia. Keberadaan broadband dalam menopang sambungan Internet dianggap mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara dunia lebih cepat karena broadband merupakan teknologi yang menyimpan potensi ekonomi. Hal itu disebabkan dalam broadband tersedia ruang begitu luas untuk inovasi untuk itulah pemerintah telah menetapkan penggunaan teknologi broadband untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional.

Kesiapan broadband di Indonesia dibuktikan dengan backbone major operator dan proyek palapa ring, digantinya kabel kawat tembaga dengan serat optik meliputi 2.1 Juta satuan sambungan sekunder dan 9 Juta satuan sambungan primer serta mulai tumbuhnya industri Broadband Wireless Access (BWA), diantaranya Technology Research Global (TRG), Hariff Daya Tunggal Engineering, PT. LEN, dll. . BWA adalah next generation technology.

Untuk memahami peran broadband terhadap ekonomi maka perlu juga dipahami bagaimana broadband berdampak pada ekonomi. Pengembangan broadband mempunyai dua dampak yaitu dampak secara langsung dan pengembangan investasi pada infrastruktur. Dampak secara langsung akan meningkatkan penetrasi perumahan dan penetrasi perusahaan dimana penetrasi perumuhan akan mendorong consumer surplus dan pendapatan perumahan. Penetrasi perusahaan akan meningkatkan produktifitas perusahaan yang keduanya akan mendorong peningkatan GDP.

Lebih jauh dalam kajian ITU dikenali dampak penetrasi broadband terhadap pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product). Apabila kita lihat hasil dari kajian tersebut, maka terlihat pertumbuhan penetrasi broadband setiap 10% dapat meningkatkan pertumbuhan GDP sampai dengan 1,5% dimana pada negara berpedapatan rendah dan menengah termasuk Indonesia, terlihat pertumbuhan penetrasi broadband setiap 10% dapat meningkatkan pertumbuhan GDP sampai dengan 1,38%.

Broadband nirkabel dan sektor industri Indonesia yang terkait diprediksi memiliki potensi untuk menghasilkan US$ 9,01 miliar atau sekitar 1,68% PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia pada tahun 2015. Prediksi ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2009 dimana negara-negara berkembang yang meningkatkan penetrasi broadband sebesar 10% akan mempengaruhi PDB negara tersebut sebesar 1,21%.

Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia, pemanfaatan potensi Mobile Broadband secara optimal menjadi hal yang penting. Dari segi ekonomi, Mobile Broadband memiliki potensi untuk meningkatkan PDB Indonesia sebesar 1,68 % tahun 2015.
Sementara itu, dari segi sosial, Mobile Brodband dapat membantu mencapai target yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan millenium development goals seperti program pemberantasan buta huruf, akses terhadap sarana kesehatan dan finansial yang akan membawa ke arah pertumbuhan yang berkesinambungan dan merata.

Pada sektor ketenagakerjaan terlihat bahwa investasi pada broadband dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan. Pada negara maju seperti Amerika Serikat, Swiss dan Inggris, investasi pada broadband dapat menciptakan lapangan pekerjaan pada kisaran 150.000 pekerjaan. Sedangkan di Amerika serikat, setiap pertumbuhan penetrasi broadband 2% akan meningkatkan 0,2% penyerapan tenaga kerja.

Pada studi kasus yang dilakukan pada beberapa negara terlihat bahwa dampak pertumbuhan penetrasi broadband 1% pada beberapa negara seperti Brazil, Chile, India dan Malaysia cukup signifikan yakni pertumbuhan GDP pada kisaran 0,1 %. Khusus untuk Indonesia, kajian ITU tidak dapat memperlihatkan dampaknya kepada GDP karena keterbatasan data, namun apabila kita melakukan pendekatan "peering" yaitu negara dengan kondisi terdekat kepada Indonesia yaitu Brazil dengan referensi Malaysia, maka dampak pertumbuhan penetrasi broadband 1% akan mendorong pertumbuhan GDP pada kisaran 0,07%.

Secara umum, broadband dimanfaatkan untuk aktivitas browsing, email, blogging, social networking, website, online shopping, internet television, broadband radio, dan voice over IP. "Melihat penetrasi mobile broadband yang sedemikian cepat, perlu dicermati bagaimana pemanfaatan mobile broadband ini bisa menjadi peluang usaha, termasuk menjadi alternatif dalam pemasaran produk. Hal ini dikarenakan seiring berkembangnya tren digital seperti gadget dan akses internet yang sudah menjadi kebutuhan hidup seseorang, pekerjaan, serta transaksi bisnis.

Kecepatan broadband secara signifikan lebih cepat daripada teknologi sebelumnya, sehingga lebih cepat dan lebih nyaman untuk mengakses informasi atau melakukan transaksi online menggunakan internet. "Broadband meningkatkan aplikasi internet yang ada, membuka jalan bagi solusi baru, dalam mengefektifkan akses informasi. Termasuk juga di dalamnya e-government, layanan kesehatan online, e-learning dan peningkatan tingkat perdagangan elektronik dan lain-lain. Sejalan dengan tren pembangunan TIK internasional, Pemerintah Indonesia juga telah meningkatkan perhatiannya terhadap TIK sebagai pendukung pembangunan ekonomi.
Sumber :
http://diskominfo.kaltimprov.go.id/berita-2659-rakornas-kominfo-menuju-era-broadband-ekonomi--.
html http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/hanum/2011/01/06/kualitas-broadband-sebagai-kunci-pengembangan-ekonomi/
http://www.merdeka.com/uang/jaringan-broadband-bisa-memperkuat-perekonomian-nasional.html http://www.kominfopringsewu.net/index.php?option=com_content&view=article&id=58%3Ajaringan-pita-lebar-katalisator-perekonomian-indonesia&catid=34%3Ademo&Itemid=53 http://swa.co.id/listed-articles/frost-sullivan-mobile-broadband-berpotensi-meningkatkan-pdb-indonesia-168-tahun-2015
http://www.kapanlagi.com/ragam/lifestyle/pemanfaatan-mobile-broadband-untuk-pertumbuhan-ekonomi-tanah-air.
html http://www.majalahict.com/berita-2510-kementerian-kominfo-gelar-rakornas-menuju-era-broadband-economy.html
http://hsutadi.blogspot.com/2009/12/menuju-ekonomi-broadband.html http://teknologi.inilah.com/read/detail/403711/benarkah-broadband-dorong-pertumbuhan-ekonomi#.Umda_sU3uUk
Selengkapnya...

Senin, 19 Agustus 2013

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENGATASI BENCANA ALAM

Iwan Setiawan, S.Kom 

Dilihat dari letak Geografis dan karakteristik wilayahnya, Indonesia memiliki banyak keuntungan. Terutama di bidang ekonomi dengan pengoptimalan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Namun di sisi lain Indonesia yang memiliki ribuan pulau ternyata memiliki banyak kerugian, salah satu yang dapat dirasakan dampak karakteristik geografis tanah air kita adalah Indonesia menjadi rawan akan bencana alam. Puluhan gunung berapi di Indonesia yang tersebar di pulau jawa dan sumatera, lempengan Asia dan Australia yang berada di selatan pulau jawa, lempengan yang ada di barat pulau Sumatera dan rendahnya daratan utara pulau jawa merupakan sederet karakteristik yang berpotensi menimbulkan bencana. Meletusnya gunung Krakatau pada 1883, Tsunami Aceh tahun 2004, Gempa Jogja, bahkan tahun 2010 ini, Indonesia diguncang dengan Banjir Bandang di Wasior, Papua Barat, Tsunami di Mentawai, dan Erupsi Gunung Merapi di Jogja dan sekitarnya. 

Terjadinya bencana alam di negeri kita tidak dapat dicegah, namun masyarakat bisa meminimalisir kerugian akibat bencana, baik kerugian materi maupun kerugian jiwa. Disinilah Teknologi Informasi berperan penting dalam menangulangi bahkan memberikan peringatan awal sebelum terjadinya bencana. Sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana sangatlah penting, mengingat secara geologis dan klimatologis wilayah Indonesia termasuk daerah rawan bencana alam. Tujuan akhir dari peringatan dini ini adalah masyarakat dapat tinggal dan beraktivitas dengan aman pada suatu daerah serta tertatanya suatu kawasan. Selain itu pemetaan juga merupakan peran dari penggunaan IT dalam penanggulangan bencana alam. Gejala alam bisa juga diketahui dari tren yang berlangsung. Pola yang terjadi dalam rentang sekian tahun. Teknologi informasi bisa membantu memetakan hal tersebut. 

Beberapa pengalaman pemanfaatan Teknologi Informasi dalam memudahkan penanggulangan bencana di Indonesia sendiri ketika Tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara dimana ketika itu seluruh jaringan komunikasi terputus, namun para relawan maupun para korban tidak habis akal untuk mengoptimalkan internet sebagai jalur komunikasi untuk mengabarkandan menginformasikan kondisi yang ada pada saat itu ke dunia luar maupun kepada sanak saudara mereka. Melalui blog maupun website, email, chat dan lain sebaagainya pemanfaatan internet ini mereka lakukan. Dampaknya adalah bantuan dari dalam dan luar negeri cepat tersalurkan dan relawanpun terus berdatangan untuk membantu evakuasi jenazah para korban yang meninggal akibat bencana itu.

Bencana alam merupakan masalah yang cukup rumit jika di tangani dengan cara manual. Prosedur penanganan bencana saat ini banyak yang tidak efektif atau bahkan salah sasaran semua itu disebabkan informasi yang terlambat masuk terlebih tidak akurat. Dengan adanya Teknologi Informasi saat ini sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan pada saat bencana akan terjadi. Teknologi Informasi tidak dapat mencegah terjadinya bencana secara keseluruhan, tetapi dengan adanya Teknologi Informasi kita dapat meminimalkan segala bentuk kerugian, korban jiwa, dan memberikan tindakan-tindakan yang efektif dan efisien,bahkan dapat meminimalkan dampak dari bencana tersebut. 

Dalam memberikan informasi, ini merupakan tugas utama internet sebagai media baru. Namun, bukan hanya itu. Teknologi Internet rupanya memiliki fungsi lain yaitu menggalang dana untuk para korban bencana. Tsunami di Aceh pada tahun 2004 membuktikan bahwa internet bukan hanya memiliki fungsi informatif, tetapi dapat pula menjadi lahan mencari dana. Salah satu situs yang berhasil menggalang dana paling besar pada saat itu adalah amazon.com, salah satu situs ritel yang sukses mengumpulkan lima puluh ribu dermawan dengan penghasilan lebih dari 32,6 miliar yang kemudian disalurkan melalui organisasi palang merah di Amerika Serikat. Selain itu yang berhasil dikumpulkan oleh tim AirPutih sebuah komunitas IT yang berhasil menggalan bantuan melalui website yang kemudian menyalurkannya berupa alat-alat telekomunikasi, komputer dan lain sebagainya sebagai alat untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Lebih dari itu, ternyata perkembangan teknologi informasi juga bisa mengetahui kondisi korban dan mencari orang yang hilang akibat bencana. Seperti situs BBC yang mencari salah satu warga Belanda yang menjadi salah satu korban Tsunami di selatan Thailand. Mediacenter Airputih juga memanfaatkan hal serupa dan berhasil membantu salah seorang warga Malaysia yang juga menjadi korban Tsunami di Aceh. Ini membuktikan bahwa teknologi informasi berkembang untuk peradaban manusia, menyesuaikan kebutuhan manusia untuk keberlangsungan hidup manusia. 

Dalam membantu menanggulangi dampak bencana yang ada, perkembangan teknologi berupa internet rupanya telah memberikan sumbangsih besar bagi pemulihan wilayah maupun pemulihan korban yang telah terkena bencana alam. Namun bagaimana peran teknologi informasi dalam meminimalisir besarnya kerugian materi dan kerugian jiwa akibat bencana ? Masih membahas pengalaman kita pada Tsunami Aceh tahun 2004 dimana kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan miliar untuk merekonstruksi lagi kota yang telah mati akibat bencana tersebut. 

Apabila kita analisis lebih jauh, sebenarnya hal tersebut bisa diatasi sejak dini dengan memberikat peringatan dini lebih awal dengan melihat tanda-tanda yang atau gejala yang terjadi di lokasi tersebut. Berkaca pada Jepang, salah satu negera paling rawan terjadi gempa, pemanfaatan teknologi informasi disana rupanya sudah mencapai bagaimana memberikan peringatan sangat dini untuk mengetahui adanya potensi gempa di salah satu lokasi tertentu yang bisa diketahui adanya potensi gempa. Hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap masyarakat Jepang, karena dengan peringatan sangat dini, sebelum terjadinya gempa, masyarakat dapat mempersiapkan mental dan segala sesuatunya yang akan diselamatkan, baik itu dokumen penting, sumber-sumber finansial, mapun barang-barang berharganya, atau bahkan mereka dapat mengungsi lebih awal sebelum terjadinya gempa yang tentu akan menyulitkan mereka untuk bermigrasi ke tempat lain. 

Peringatan dini pulalah yang bisa mengurangi atau meminimalisir kerugian akibat bencana alam. Inilah yang mungkin harus bisa juga dikembangkan di Indonesia, mengingat negara kita merupakan negara kepulauan dimana gempa, tsunami, dan potensi meletusnya gunung berapi merupakan sebuah ancaman bencana, yaitu meningkatkan peran teknologi informasi dalam memberikan informasi lebih awal tentang potensi terjadinya bencana alam di daerah tertentu. Karena selain akan meminimalisir kerugian negara, hal tersebut juga menyelamatkan jiwa masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Namun, penggunaan media baru oleh masyarakat Indonesia berupa internet dengan segala situs-situsnya menjadi modal awal bagi masyarakat kita untuk dapat memperoleh informasi mengenai potensi bencana alam. Seperti yang disediakan oleh beberapa situs yang memang concern terhadap antisipasi bencana alam, informasi-informasi mengenai potensi bencana alam di wilayah ternentu, analisa-analisa mengenai terjadinya gejala alam terntentu. 

Selain itu, saat ini, muncul sebuah sistem baru yang dikenal dengan geolocation, yaitu sebuah sistem identifikasi lokasi geografis dari dunia nyata yang berasal dari sambungan computer, handphone, pengunjung website dan yang lainnya Jadi dengan koneksi internet saja kita dapat mengetahui lokasi-lokasi mana saja yang ingin kita cari berdasarkan karakteristik yang kita inginkan. Seperti kaitannya dengan bencana alam, kita dapat mengakses informasi berdasarkan potensi terjadinya tsunami, atau potensi terjadinya gempa, dan lain sebagainya. Jadi, perkembangan teknologi senantiasa memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi penggunanya, salah satu yang dapat kita rasakan adalah ketika bencana alam melanda bangsa kita, dalam keadaan darurat dan mengkhawatirkan ternyata teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan alternatif jalan keluar untuk menginformasikan bagaimana kondisi daerah bencana, menjadi alternatif bagi pengumpulan bantuan untuk korban bencana, mencari orang atau sanak saudara yang hilang akibat bencana dan lain sebagainya. Jadi masyarakat dimudahkan untuk menanggulangi bencana dengan cepat dan sigap. Namun diluar itu, perkembangan teknologi memberikan alternatif baru untuk masyarakat dalam meminimalisir atau mengurangi kerugian akibat bencana alam serta membantu masyarakat untuk mewaspadai adanya gejala-gejala alam tertentu jadi masyarakat kita dapat mengantisipasi kemungkinan apa yang akan terjadi, apa yang harus dipersiapkan, dan bagaimana cara menyelamatkan diri, harta benda, dan surat-surat berharga yang beresiko hilang ketika bencana alam melanda. 

Bencana alam memeng tidak bisa dicegah, namun manusia dengan segala kecerdasannya dapat mengantisipasi terjadinya bencana alam. Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dengan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir. Saat ini bencana alam memiliki intensitas dan kekuatan yang berbeda-beda seperti banjir musiman dibeberapa daerah sampai gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004 yang memakan banyak korban jiwa, kondisi ini memaksa diadakannya upaya cepat untuk memunculkan inisiatif pembenahan manajemen bencana, dengan melihat potensi bencana besar yang melanda Indonesia dan perlunya penggunaan teknologi dalam mitigasi bencana serta belum cukupnya pengalaman Indonesia dalam menghadapi bencana alam tertentu seperti gempa bumi dan tsunami maka perlu mengadakan kerjasama dengan negara yang sudah berpengalaman seperti Jepang. Informasi bencana alam sangat dibutuhkan dalam upaya pengelolaan bencana alam terutama pada langkah-langkah mitigasi dan persiapan menghadapi bencana. Mitigasi ini merupakan proses pencegahan atau pengurangan kan kemungkinan terjadinya bencana dan pengurangan kerugian akibat terjadinya bencana, sedangkan langkah persiapan menhadapi bencana ini termasuk pula melakukan prediksi dan peringatan dini akan terjadinya bencana (early warning). Informasi bencana alam yang tersusun dalam data base sangat penting tepat waktu bagi semua pihak, agar semua pihak yang berkepentingan dapat memperoleh informasi bencana yang diperlukan, maka diperlukan sarana diseminasi dan sosialisasi informasi. 

Pengembangan sistem pemantauan bumi guna mendukung sistem alam bencana ini bertujuan meningkatkan dan mengembangkan pemanfaatan teknologi inderaja satelit dan SIG dengan menyediakan informasi inderaja secara operasional untuk pengelolaan bencana. Pengembangan sistem informasi untuk mitigasi bencana alam menggunakan data pengindraan jauh antara lain bertujuan untuk :
a)Membangun data base informasi bencana alam, meliputi kebakaran, kekeringan, banjir, iklim rawan pangan, 
b) Membangun media publikasi data base informasi bencana lam untuk sosialisasi distribusi dalam bentuk website/home page yang bisa diakses untuk pengguna secara muda lewat jaringan internet 
c) Membangun media koordinasi antar lembaga/instansi terkait dalam rangka komunikasi, analisa dan penentuan kebijakan bersama untuk mitigasi bencana. Dengan melihat permasalahan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Pemerintah Jepang melalui Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi (MIC) telah menandatangani Nota Kerjasama (MoC) dalam bidang penyiaran digital untuk kewajiban pelayanan universal (USO). Menindaklanjuti MoC diatas dicapai satu rencana untuk menggunakan pusat data Kominfo dan jaringan komunikasi untuk mitigasi bencana di Indonesia. Teknologi Informasi ini dilakukan karena pentingnya penanganan bencana yang sangat cepat. Dengan adanya IT dalam penanggulangan bencana maka hal ini dapat membantu sekali dalam efisiensi dan kesiagaan untuk membantu dan menangani suatu daerah aau tempat yang tertimpa bencana 

Sumber
http://www.aptika.kominfo.go.id/utama/artikel_detail/10
http://akbarunpredict.wordpress.com/2012/09/15/perkembangan-teknologi-informasi-dalam-penanggulangan-bencana-alam-di-indonesia-2/
http://kesitu.komunitas.uksw.edu/2009/11/manfaat-internet-untuk-penanggulangan.html http://ferdyfridharma.wordpress.com/2012/05/26/peranan-it-dalam-penanggulangan-bencana-alam/
Selengkapnya...

Senin, 15 Juli 2013

PERKEMBANGAN TIK DI ERA GLOBALISASI MEMEGANG PERANAN PENTING SEBAGAI SALAH SATU PILAR PEMBANGUNAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA

Fery Handika, S.Sos, MSi 

Pasca Perestroika Gorbachev dan jatuhnya Uni Soviet, wajah dunia secara cepat mengalami perubahan melalui pesatnya perkembangan komputerisasi, teknologi digital dan komunikasi. Globalisasi, yang ditandai dengan kebebasan informasi dan keterbukaan demokrasi, menjadi catatan baru dari sejarah peradaban manusia hari ini. Tak hanya itu, ekspresi naluriah pribadi-pribadi insani semakin menghiasi berbagai jaringan media dijital sosial yang tersedia tanpa dinding pembatas; menciptakan sebuah dimensi public sphere (ruang publik) dan bahkan perbendaharaan kata dan frase baru. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi bagian penting dari theatre of mind filsafati manusia yang terkoneksi tanpa batas dengan peristiwa dan kejadian yang dialami dunia secara keseluruhan. 

 Bagi pemerintah sebagai penyelenggara negara dan penanggungjawab terciptanya public rationale discourse, fenomena perkembangan TIK harus dimanfaatkan demi sebesar-besarnya kemajuan peradaban serta masyarakatnya. Hal ini tercermin dalam komitmen para Kepala Pemerintahan Negara dari berbagai penjuru dunia pada Pertemuan Tingkat Tinggi Masyarakat Informasi sedunia (World Summit on Information Society) WSIS - Pertama di Jenewa 2003 dan WSIS - Kedua di Tunisia 2005, dimana kebijakan dan implementasi program mengurangi kesenjangan dijital dan pengentasan kemiskinan menjadi 2 (dua) topik utama pembangunan sektoral dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Turunan program yang dikristalisasikan dalam Sepuluh Kebijakan dan Program Unggulan itu diawali dengan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan internet untuk menghubungkan desa-desa, hingga akhirnya upaya mewujudkan separuh penduduk dunia melek teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka mencerdaskan diri dan memakmurkan kehidupan masyarakat serta bangsa. 

Teknologi Informasi dan Komunikasi 

Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Beberapa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari di berbagai bidang. 

Bidang pendidikan
1. Penggunaan komputer sebagai alat pembelajaran yang dikenal dengan sebutan CBE (Computer Based Education), contohnya yaitu CAI (Computer Assisted Instruction) yang digunakan para pendidik untuk menyampaikan arahan dalam pelajaran.
2. Digunakan untuk menyimpan data-data pendidik dan para murid, materi belajar, dan soal-soal latihan maupun ujian.
3. Dapat digunakan untuk proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning).
4. Komputer digunakan untuk membrowsing materi-materi tugas dengan menggunakan internet, dan menulis serta mengedit tulisan-tulisan dengan menggunakan aplikasi yang tersedia didalam komputer itu sendiri.
5. Dapat menghemat waktu dan tenaga dalam hal proses pengumpulan dan pengiriman informasi serta yang terkait dengan tugas dari guru ke murid atau sebaliknya, dengan menggunakan e-mail.

Bidang Perbankan
1. Untuk proses Transfer uang
2. Untuk pengecekan saldo
3. Untuk pemindahbukuan
4. Untuk pembayaran tagihan
5. Sebagai informasi rekening
6. Sebagai tempat untuk menyimpan data keuangan dari para nasabah, serta data-data dari para staff bank itu sendiri.
7. Dapat digunakan pula untuk system uang elektronik (ATM, kartu kredit, Debit Card, dll)

Bidang Kedokteran
1. Digunakan dokter untuk mendiagnosis penyakit
2. Untuk menghasilkan sinar-x bergerak (CAT- computer axial tomography)
3. Dapat membantu orang cacat, seperti menghasilkan alat membaca dengan teks khusus bagi orang tuna netra
4. Digunakan untuk menyimpan riwayat penyakit pasian, penggajian para karyawan rs, dan mengelola persediaan stock obat-obatan
5. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan

Bidang Rekreasi 
1. Digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis alat rekreasi yang canggih
2. Dapat digunakan juga untuk permainan computer, permainak arked, permainan video, dll

Bidang Penelitian Ilmu pengetahuan
1. Digunakan untuk mengambil gambar awan dan dikirim kebumi
2. Digunakan untuk alat-alat yang biasa ada pada laboraturium, seperti mikroskop, timbangan, dll.
3. Digunakan untuk meneliti angkasa luar
4. Dan dapat digunakan untuk menyelediki asas dalam sains dan matematik.

Bidang Transportasi
1. Digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas
2. Digunakan juga pada saat membayar karcis di tol
3. Di Negara maju, beberapa transportasi sudah dikendalikan oleh computer
4. Digunakan juga sebagai sensor yang akan memberikan pesan kepada computer pusat

Bidang Pemerintahan
1. Digunakan untuk Pembuatan surat surat dan dokumen penting
2. Digunakan untuk Pencatatan kompetensi penduduk.
3. Sebagai Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.
4. Digunakan juga untuk Pelacakan data dan informasi seseorang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang seiring dengan kemajuan zaman menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan perangkat teknologi tersebut. Untuk itu, kita perlu mempelajari dan memahami dengan baik teknologi tersebut agar dapat memberikan pengetahuan yang lebih banyak dan informasi yang mutakhir. Dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kita dituntut untuk belajar sejak dini agar kita dapat berperan secara optimal. 

Teknologi informasi sampai dengan saat ini berkembang sangat pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi dan komunikasi. Hal tersebut mampu menciptakan peralatan yang mendukung perkembangan teknologi informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif). 

Pada dasarnya peralatan teknologi informasi meliputi 3 perangkat utama yaitu:
A . Sistem Komputer;
B . Jaringan Sistem Komunikasi;
C . Net Tools.

A. Sistem Komputer 
Komputer merupakan perangkat elektronika yang mampu menerima, memproses, dan menyimpan data, serta menghasilkan bentuk keluaran berupa teks, gambar, simbol, angka dan suara. Dalam pengoperasian, bentuk, sistem dan fungsinya, komputer terdiri atas 2 (dua) bagian yaitu hardware dan software. 

1) Hardware (Perangkat Keras) 
Untuk memenuhi kebutuhan akan bebagai informasi, manusia senantiasa untuk mengembangkan perangkat keras untuk mendukungnya. Untuk mengakomodasi kepentingan ini, manusia menciptakan berbagai peralatan yang menyokong keinginan tersebut. Perangkat hardware komputer dapat dikelompokkan menjadi perangkat input (didntaranya : Keyboard, Scanner), perangkat proses (diantaranya : CPU), perangkat output dan penyimpan data (diantaranya : Monitor, dan Printer), dan perangkat penyimpan data (diantaranya : CDROM, Compact Disk, Floppy Disk, Hard disk). Penjelasan lebih mendalam tentang perangat komputer akan Anda peroleh juga pada modul 3. 
a) Keyboard : Keyboard adalah alat untuk memasukkan data ataupun perintah ke CPU (Central Processing Unit). Keyboard biasanya terdiri dari rangkaian huruf dan angka.
b) Scanner: Scanner merupakan alat bantu untuk memasukkan data berupa gambar/grafik dan merubahnya ke dalam bentuk digital sehingga dapat diproses dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.
c) Central Processing Units: Certral Processing Units (CPU) adalah alat yang berfungsi sebagai pemroses (pengolah) data. CPU merupakan rangkaian sirkuit yang menyimpan instuksi-instruksi pemrosesan, dan penyimpanan data sementara.
d) Monitor: Monitor adalah alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang diproses dalam CPU.
e) Printer: Printer adalah alat untuk memproduksi keluaran data (output) berbentuk cetak, baik itu berupa teks maupun gambar/grafik.
f) CD Rom : CD Rom adalah alat tambahan (alat peripheral) yang mampu menyimpan dan menuliskan data dan program melalui media Compact Disk (CD). Alat ini didesain mampu menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem Optik.
g) Compact Disk (CD): Compact Disk (CD) merupakan media penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik. Proses penyimpanan dan pembacaan data menggunakan sistem optik.
h) Floppy Disk :Floppy Disk adalah alat tambahan untuk menyimpan atau menuliskan data ke dalam disket maupun sebaliknya. Ukuran yang umum digunakan adalah ukuran 3,5 inchi.
i) Hard Disk : Harddisk adalah alat tambahan untuk menyimpan data dalam kapasitas yang besar yang dilapisi secara magnetis.

2) Software (Perangkat Lunak) 
Software merupakan sebuah program komputer yang berisi sekumpulan instruksi yang dibuat dengan menggunakan bahasa khusus. Progran ini memberi perintah kepada komputer untuk melakukan berbagai pengoperasian/pemrosesan terhadap data yang terdapat dalam program tersebut atau data yang dimasukan oleh pengguna komputer. Singkat kata software merupakan ‘jiwa’ sedangkan hardware berfungsi sebagai ‘tubuh’ dalam sebuah komputer. Secara umum perangkat lunak dapat diklasifikasi menjadi 2 (dua) kelas yaitu perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi. Pembahasan secara khusus tentang perangkat lunak akan Anda dapatkan pada kesempatan yang lain. 

B. Jaringan Sistem Komunikasi 
Jaringan komunikasi merupakan sebuah sistem yang mampu menghubungkan dan menggabungkan beberapa titik komunikasi menjadi satu kesatuan yang mampu berinteraksi antara satu dengan lainnya. 
1) Telephone Telephone merupakan alat komunikasi dua arah yang memungkinkan 2 orang atau lebih untuk bercakap-cakap tanpa terbatas jarak. 
2) ISDN Integrated Service Digital Network (ISDN) merupakan jaringan komunikasi khusus yang menggunakan jaringan telepon yang tidak hanya meproses suara, tapi juga mampu menangani penyimpanan data berupa teks, gambar, video, faksimili, dan lain lain. 
3) Facsimile Facsimile merupakan sebuah alat yang mampu mengirimkan dokumen secara persis sama melalui jaringan telepon. 
4) Fiber Optic Fiber optic merupakan jaringan komunikasi yang mampu mentransmisikan data dalam frekuensi tinggi. Dalam jaringan ini jalur komunikasi tidak menggunakan kawat tembaga tetapi menggunakan cahaya sebagai penghantar datanya. 
5) Leased Line Leased line merupakan jaringan telepon tetap (permanen) yang menghubungkan dua tempat atau lebih. Jaringan ini tidak mempunyai alat pengalih (switching) atau sejenisnya, jaringan ini bekerja diantara tempat-tempat yang dihubungkan tersebut secara spesifik atau yang sudah ditentukan. Jaringan ini dikenal juga dengan sebutan private line. 
6) Wireless Wirekess adalah jaringan komunikasi nir kabel. Jaringan komunikasi yang menggunakan gelombang radio/frekuensi tertentu yang berfungsi sebagai penghantar informasi. Jaringan komunikasi ini menggunakan alat pemancar, penguat , dan penerima gelombang yang berisi data tersebut. 
7) Jaringan Komunikasi dengan Satelit Jaringan komunikasi tanpa kabel yang menggunakan satelit yang berfungsi sebagai pemancar, penerima dan penguat. Sistem komunikasi ini menggunakan gelombang sebagai penghantar datanya 
8) Antena, TV dan Radio, Seluler Antena merupakan alat yang digunakan untuk memancarkan dan menerima komunikasi radio. TV dan Radio merupakan alat penyampaian informasi (mass media) yang menggunakan gelombang sebagai penghantar sinyal suara dan gambar. 
9) Komunikasi Seluler Komunikasi seluler merupakan komunikasi yang menggunakan transmisi radio untuk mengirimkan sinyal informasi, alat tersebut lebih dikenal dengan nama Hand Phone. 

Teknologi informasi dan komunikasi memiliki beberapa karakteristik yaitu, mampu menyediakan informasi, user friendly, di design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna, handal, siklus inovasi yang cepat, mempunyai waktu respon yang minimal, teknologinya beragam dan sudah stabil, desentralisasi/individualisme dimana penggunaan teknologi ini cenderung mengarahkan masyarakat menjadi individualis, karena kemudahan yang di tawarkan. 

Globalisasi dan Pembangunan 

Teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi dewasa ini telah mengalami perkembangan sedemikian pesat. Kemajuan di bidang inilah yang paling cepat memunculkan terbentuknya era global yang antarnegara seakan-akan tidak ada lagi batas-batas teritorial. Globalisasi menunjukkan perubahan besar dalam masyarakat dunia. Apa yang ditunjukkan bukan sesuatu yang mengada-ada. Bukan sekadar soal kita menambah perlengkapan modern, seperti video, fashion, televisi parabola dan computer dalam cara hidup. Kita hidup di dalam dunia yang sedang mengalami transformasi yang luar biasa sehingga pengaruhnya hamper melanda stiap aspek kehidupan. Kita didorong masuk ke dalam tatanan global yang tidak sepenuhnya dipahami oleh siapa pun, namun dampaknya bias kita rasakan. 

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menjadi sebuah fenomena yang selalu menarik untuk diminati. Teknologi komunikasi dan informasi merupakan perangkat teknologi yang membantu manusia dalam berhubungan atau berinteraksi dengan manusia lain. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menjadikan manusia dalam berhubungan dengan pihak lain seakan tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan dimana pun manusia dengan perangkat teknologi tersebut bias menjalin hubungan, mendapatkan informasi, dan menyebarkan informasi kepada orang lain. Teknologi komunikasi informasi telah memberikan kemudahan dalam pergaulan hidup manusia. Beberapa perangkat teknologi komunikasi informasi yang ada sekarang, misalnya: 
1. Media cetak, seperti Koran, tabloid, dan majalah. 
2. Media audio, seperti radio, tape, compact disk. 
3. Media audio visual, seperti televise, TV kabel, internet. 
4. Komputer, perangkat inframerah, telepon, handphone, LCD, kamera, laptop. 

Di Negara-negara maju, orang telah akrab dengan penggunaan berbagai perangkat teknologi komunikasi dan informasi tersebut. Kemudahan yang didapatkan dari penggunaan teknologi komunikasi dan informasi sejalan dengan nilai-nilai yang berkembang di Negara-negara maju, seperti efisiensi, efektifitas, dan rasionalitas. Contohnya adalah penggunaan computer multimedia yang telah terhubung dengan jaringan internet. Dengan hanya berada di depan computer orang biasa melakukan berbagai aktivitas, seperti melakukan pembicaraan dengan orang lain, mengirimkan informasi, serta melakukan transaksi (pembelian, pembayaran, dan penjualan). Apa yang dahulu tidak terbayang bias dilakukan, sekarang ini dengan kemajuan teknologi komunikasi informasi orang dapat melakukannya. 

Meningkatnya kecenderungan manusia terhadap tenologi informasi dan komunikasi (TIK) di era informasi ini sesungguhnya memiliki kaitan secara langsung dengan peningkatan tahap literasi komputer, literasi informasi, dan juga tingkat kesejahteraan masyarakat. Semua faktor tersebut satu sama lainnya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Selain itu, minat membaca masyarakat juga semakin meningkat sehingga berdampak pada pemenuhan berbagai sumber yang mudah dan cepat diakses. Harapan utama dari pemanfaatan TIK adalah terbentuknya karakter bangsa yang dapat meningkatkan kemandirian dan prodikvitas kerja di kalangan masyarakat Indonesia saat ini yang diiringi peningkatan taraf pendidikan dan pendapatan masyarakat di masa depan sehingga mampu bersaing dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. M. Hatta Rajasa (2010) mengatakan bahwa pembangunan fisik suatu bangsa sebagai salah satu instrumen dalam pembinaan karakter manusia umumnya diartikulasikan dalam bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengaruh dari kemajuan kapasitas berpikir manusia, terutama teknologi informasi dan telekomunikasi. Kedua jenis teknologi ini secara sangat radikal telah mengakselerasi proses interaksi antar manusia dari berbagai bangsa dan memberikan dampak globalisasi yang salah satu cirinya adalah munculnya persaingan atau competitiveness. 

Di era globalisasi, disadari ataupun tidak tantangan Indonesia ke depan akan lebih berat. Dadan Wildan (2010) mengemukakan bahwa indikator utama globalisasi meliputi: (i) open competition, (ii) interdependency, dan (iii) competitiveness. Open competition adalah kondisi persaingan terbuka yang semakin meluas dan menyangkut berbagai dimensi kehidupan. Karena kompetisi itu semakin terbuka dan meluas, dengan sendirinya tingkat kompleksitas dari kompetisi itu akan semakin meningkat sehingga mendorong terjadinya ciri kedua yaitu desakan untuk semakin meningkatnya aspek saling ketergantungan atau interdependency antara satu pihak dengan pihak lain. Dan untuk menghadapi kompetisi yang semakin meluas, namun juga bersifat saling ketergantungan itu, maka setiap pihak dituntut untuk memiliki daya saing atau competitiveness yang tinggi. Namun disisi lain globalisasi melahirkan suatu kondisi ideologi yang demokratis, perlindungan hak asasi manusia yang semakin baik, kebebasan pers yang terbuka, tata pemerintahan yang baik atau good governance, serta proses ke arah pembangunan masyarakat madani atau civil society. 

Oleh karena itu, optimalisasi pemanfaatan TIK menjadi salah satu alternatif solusi dalam menopang dan menggerakkan negara di kancah persaingan global dan pembangunan karakter bangsa. Permasalahan utamanya adalah karakter bangsa Indonesia yang mana yang akan dijadikan acuan, Sutopo Wahyu Utomo (2010) mengatakan bahwa karakter Bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang menyatakan mengaku berbangsa yang satu Bangsa Indonesia, berbahasa satu Bahasa Indonesia, dan bertanah air satu Tanah Air Indonesia. Dengan demikian, pada tahun 1928 secara fisik karakter bangsa Indonesia sudah terbentuk. Namun, secara psikologis, sosial budaya, ekonomi, nilai-nilai karakter bangsa belum mengkristal, terlebih ketika dikaitkan dengan semangat untuk tetap menjaga kebhinekaan. 

Dalam konteks ini TIK berperan sebagai katalisator atau pemungkin dan peluang usaha. Harapan kita semua TIK juga menjadi solusi sistemik problem pembangunan seperti pengangguran dan kemiskinan. Untuk itu diperlukan strategi pembangunan holistik yang didukung oleh pola komunikasi serta desiminasi informasi publik dengan memanfaatkan TIK. 

Dengan komitmen dukungan dan kerjasama dari pemerintah pusat, daerah serta peran pemangku kepentingan, kalangan bisnis, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, maka upaya bersama mencerdaskan kehidupan bangsa semakin nyata. 

Sumber :
http://munir.staf.upi.edu/2010/11/20/pemanfaatan-tik-dalam-pembangunan-karakter-bangsa-yang-mandiri-dan-berdaya-saing/
http://www.geschool.net/rizkyadrianramadhani/blog/post/memahami-fungsi-peralatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-part-1
http://elfazri.blogspot.com/2011/01/contoh-pemanfaatan-teknologi-informasi.html http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi http://www.aptika.kominfo.go.id/utama/berita_detail/16
http://www.aptika.kominfo.go.id/utama/berita_detail/17
Selengkapnya...