Senin, 21 Maret 2011

PELUANG BISNIS DI OPEN SOURCE

PELUANG BISNIS DI OPEN SOURCE

penulis : Kartika Dewi

Siapa bilang Open Source tidak menghasilkan Uang? Siapa bilang membuka rahasia perusahaan ( source code ) akan membangkrutkan anda? Sampai ada yang beropini tidak ada bisnis di dunia open source karna dasarnya adalah gratis (free)

Dalam pengertian sehari hari open source adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka atau membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut sekaligus memperbaiki kelemahan yang ada pada software tersebut. Salah satu keunggulan open source software dapat digunakan secara gratis tampa perlu membayar lisensi.

Tetapi tidak demikian bagi Lukito Edi Nugroho dengan perusahaan Gamatechno Indonesia. Dosen Tehnik Elektro UGM ini dengan ramah dan runut menceritakan tentang bisnis kepada INSPIRASI USAHA di Kampus ITS Surabaya. Gamatechno adalah perusahaan yang didirikan secara resmi Januari 2005, setelah setahun sebelumnya menjadi unit bisnis PT. GMUM(perusahaan holding milik UGM).

Usaha ini bergerak dibidang pengembangan sistim sistim informasi, IT solution Smart Devices untuk akses, hard ware dan infrastruktur. Produk yang sudah dihasilkan seperti e-wallet, system informasi akademik untuk beberapa perguruan tinggi dan sekolah, smart devices untuk akses( mis; martcard, RFID dan mobile solutions) , smart ticteking untuk systim transportasi transjogja yang meraih penghargaan INAICTA Award 2007 kategori Research & Development, konsultasi IT, hardware dan infrastruktur,”Semua Produk dan layanan tersebut berbasis sistim operasi open source sehingga terhindar dari klaim pembajakan yang sudah sangat lazim dinegara ini” ungkap Lukito yang meraih gelar Ph.D di Monash University dalam bidang computer sains san software engineering.

Setelah lima tahun beroperasi, Gamatechno telah memiliki klien dari perusahaan perusahaan besar seperti telkom, indosat, kantor kantor pemerintahan, bank mandiri, Hugo's cafe, Britishh Petroleum dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Lukito, klein perusahaan yang hanya dibangun dengan modal Rp. 5 juta tersebut sebagian besar atau sekitar 52% adalah perguruan tinggi, 26% instansi pemerintah dan sisanya sektor usaha.

Dengan menggunakan sistim Operasional Linux, tool untuk pengembangan berbasis C/C++,PHP,JavaDBNS;MySQL,PostgreSQL dan tool utility lainnya: driver, libraries, dan sebagainya gamatechno mematok nilai sebesar 25 juta bagi setiap produknya sistiminformasi yang buatannya.

Dalam sebulan usaha ini minimal memperoleh dua pesanan pembuatan sistim sistim informasi belum lagi layanan konsultasi IT, instalasi hardware dan infrastruktur. Sehingga rata rata perolehan omset Gamatechno antara 70 juta hingga 80 juta per bulan. Dari pendapatan tersebut Gamatechno membuka unit usaha baru dibawah bendera PT. Inspira Inovasi Indonesia yang fokus layanan content provider dan competency center.

Sebagai ketua jurusan Teknik Elektro UGM, Lukito tidak ada yang sulit dalam bisnis open source karna semuanya serba gratis, tinggal bagaimana kemampuan memamfaatkannya dan berani untuk menawarkan produk yang berhasil dibangun.srlain itu tentu saja perusahaan harus ditunjang manajement yang kokoh, tenaga kerja yang direkrut untuk usaha ini tidak jauh jauh dari lingkungan tempat ia mengajar, yakni para alumni teknik UGM.

Mengakhiri perbincangan dengan INSPIRASI USAHA, Lukito menekankan bahwa bisnis Open Source adalah bisnis kepercayaan. “ bukan jamannya lagi anda membodohi dan meng-eksploitasi habis habisan basis pengguna anda,” tandasnya.

Baginya, Open Source memberi anda kebebasan dan uang! Untuk mendorong pengembangan bisnis yang berbasis sistim open source tersebut, pihaknya membuka kesempatan kerjasama bagi pihak lain yang tertarik terjun kebidang ini.


Selengkapnya...

Rabu, 23 Februari 2011

Perkembangan dan Peranan Sistem Teknologi Informasi

Oleh : M.R Riza.
Sistem Teknologi Informasi (STI) telah berkembang dengan sangat pesat, Jika diamati, setiap satu decade, terjadi perkembangan yang cukup signifikan dari STI. Dimulai dari era akuntansi pada tahun 1950, beranjak dari era operasional mulai tahun 1960, ke era reformasi mulai tahun 1970 menuju era jejaringan dimulai tahun 1980 sampai ke era jejaringan global dimulai tahun 1990, STI telah banyak sekali mengalami perubahan-perubahan.
Perkembangan dari STI menyebabkan juga perubahan dari STI itu sendiri, terutama materinya sekarang yang semakin luas.
Perkembangan dari STI ini juga mau tidak mau menyebabkan perubahan-perubahan peran dari STI itu sendiri, mulai dari perannya membantu operasional organisasi menjadi lebih efisien sampai ke perannya sebagai alat memenangkan kompetisi. Perkembangan ini juga menyebabkan perubahan-perubahan peran manajer di dalam organisasi.


Sebelum membahas perkembangan dari sistem teknologi informasi dan perubahan-perubahan yang diakibatkannya, kesepakatan istilah (terminology) perlu didiskusikan. Beberapa istilah diusulkan untuk memberi nama sistem teknologi informasi ( information technology system), sistem informasi manajemen (management information system) sistem informasi manajemen berbasis komputer ( computer based management information system), teknologi informasi ( information technologi atau IT), teknologi sistem informasi (information system technologi), sistem computer (computer system), sistem informasi teknologi (technologi information system) manajemen informasi (information management), dan sistem informasi (information system)
Istilah sistem informasi manajemen (management information system) banyak digunakan dibuku-buku sistem informasi di tahun 1990-an, walaupun saat ini masih banyak buku yang menggunakan istilah ini. Istilah sistem informasi manajemen (SIM) atau (management information system (MIS) sebenarnya menunjukkan sistem-sistem informasi fungsional, yaitu sistem-sistem informasi yang diterapkan difungsi-fungsi organisasi.
Sistem informasi manajemen terdiri dari system informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi produksi, sistem informasi sumber daya manusia dan sistem informasi pemasaran.
sistem informasi manajemen ini mulai berkembang di Amerika Serikat awal tahun 1970 yang digunakan untuk memberikan informasi kepada manajer-manajer fungsional.
Dengan demikian istilah SIM sudah tak lagi sesuai untuk menggambarkan sistem informasi sekarang ini yang sudah berkembang melebihi system informasi fungsional. Istilah sistem informasi manajemen berbasis komputer mempunyai makna yang sama dengan sistem informasi manajemen (SIM), yang hanya ditambahkan istilah berbasis komputer untuk menekankan bahwa teknologi komputer digunakan di sistem ini, kenyataan, semua SIM yang ada berbasis komputer.
Istilah yang baru berkembang dan mulai banyak digunakan untuk menggantikan sistem informasi manajemen adalah teknologi informasi (information technologi). Istilah teknologi informasi (TI) lebih berorientasi ke teknologinya. Teknologi informasi (TI) adalah sub sistem atau sistem bagian dari sistem informasi.
sistem informasi mempunyai 6 komponen atau bagian dan salah satu dari komponen dari sistem informasi adalah teknologi atau teknologi informasi.
Istilah teknologi system informasi (information system technologi) juga digunakan. Istilah teknologi sistem informasi (TSI) atau Information system teknoogi (IST) juga menunjukkan ke teknologi yang digunakan oleh sistem informasi. Istilah teknologi sistem informasi (TSI) juga menunjukkan ke teknologi sistem informasi mempunyai arti yang mirip dengan teknologi informasi.
Sistem Komputer (computer system) juga merupakan teknologi informasi yang digunakan di sistem informasi. Teknologi informasi dapat berupa teknologi apapun yang dapat menghasilkan informasi, termasuk teknologi komputer dan teknollogi telekomunikasi. Dengan demikian sistem komputer merupakan sub sistem dari teknologi informasi.
Istilah sistem informasi teknologi lebih menunjukkan sistem informasi dari suatu teknologi. Istilah ini kurang jelas artinya, yaitu sistem informasi dari teknologi apa dan bagaimana suatu teknologi dapat mempunyai suatu system.
Istilah yang lainnya adalah manajemen informasi (information management) yang lebih menunjukkan ke suatu aktivitas yaitu aktivitas pengelolaan informasi. Istilah ini juga kurang tepat untuk menggambarkan sistem teknologi informasi yangt luas.
Menggunakan istilah sistem informasi (SI) atau information system (IS) yang menunjukkan sistem dapat menghasilkan informasi yang berguna. Sistem informasi (SI) ini menggunakan teknologi informasi, sehingga juga disebut dengan menggunakan teknologi informasi.



Selengkapnya...

Kamis, 17 Februari 2011

MEMASTIKAN PELANGGANG DATANG KEMBALI

MEMASTIKAN PELANGGANG DATANG KEMBALI

DR.Muh.Akbar,M.Si

Direktur PT. Techno Communication Indonesia

Setidaknya terdapat dua alasan mengapa pelanggang datang kembali. Pertama pelanggang dating kembali untuk membeli, Kedua pelanggang datang untuk mempersoalkan sesuatu. Dari dua alas an kedatangan itu, yang diharapkan oleh semua penjual tentulah datang untuk membeli, bukan dating untuk mempersoalkan sesuatu diingatkan pelanggang dating untuk mempersoalkan sesuatu berarti ada yang tidak beres dalam mengurusnya.

Untuk itu bagi seorang penjual perlu mengetahui strategi atau cara untuk selalu memastikan pelanggang dating kembali untuk membeli bukan untuk mengeluh, terkait dengan hal itu berbagai strategi yang dapat diterapkan.

Pertama, Penjual harus bersikap menyenangkan kepada pelanggang sekalipun pelanggang kurang atau tidak menyenangkan. Kedua, penjual harus selalu siap menyambut baik saran pelanggang. Ketiga, penjual harus siap menerima dan menanganni setiap keluhan atas masalah dengan ramah. Keempat, penjual harus dapat bertindak lebih untuk mengurus seorang pelanggang. Kelima, penjual harus selalu tersenyum bahkan selama saat saat ketika ia tidak ingin tersenyum, namun tidak dianjurkan senyum tampa ada sebab. Keenam, penjual harus selalu siap menerima berita buruk atau jadwal yang padat dengan tenang. Ketujuh, penjual harus siap memberikan pelayananyang lebih dari apa yang diharapkan pelanggang. Kedelapan, penjual harus memiliki kemampuan untuk member saran yang dapat membantu bila pelanggang memerlukannya. Kesembilan, penjual harus mampu member penjelasan secara tuntas terkait dengan ciri dan mamfaat untuk semua pelayanan yang diberikan. Kesepuluh, penjual harus terus memastikan komitmen untuk senantiasa menghormati pelanggang.

Selain itu, penjual harus mampu melakukan langkah praktis untuk memastikan pelanggang dating kembali dengan mengerjakan apa yang dapat penjual kerjakan untuk memuaskan pelanggang yang mengeluh. Selain itu, penjual harus pandai mengajak pelanggang yang sulit kepihak penjual, serta penjual harus dapat mengambil minimal satu langkah pelayanan ekstra,bila perlu memberikan surprise kepada pelanggang.

Khusus dalam menangani pelanggang yang dating dengan keluhan, dianjurkan menggunakan cara cara kreatif untuk menghindari pelanggang ketempat lain. Contoh cara cara kreatif yang dapat dilakukan adalah mendengarkan keluhan yang diajukan dengan cermat selanjutnya, mengulangi keluhan pelanggang untuk mendapat kepastian bahwa anda mendengarkannya dengan benar. Berikutnya, jangan lupa minta maaf. Akui pandangannya,perasaan, dan prilaku pelanggang, jangan melawan atau menantang. Selanjutnya, jelaskan tindakan apa yang harus anda ambil untuk mengatasi keluhan itu. Lanjutkan dengan tindakan, jangan asal janji.Terakhir, ucapkan terima kasih pelanggang karena membawa atau menyampaikan masalahnya kepada anda. Bila memungkinkan berikan kejutan. Disini perlu ditekankan mengapa penanganan terhadap keluhan pelanggang tidak boleh diabaikan.

Simak fakta ini, 68% pergi ketempat lain karena orang yang bertransaksi dengan mereka tidak perduli akan kebutuhan mereka(pelanggang), dan 10% adalah pengeluh kronis. Sisanya1% pelanggang tidak kembali karnameninggal dunia. 3% pindah ketempat lain. 4% mengapung secara wajar. 5% pindah karena rekomendasi teman. 9% dapat membeli dengan harga lebih murah ditempat lain.

Ingat, ketidakperdulian adalah sumber utama datangnya keluhan dan pengeluh yang kronis bukan hanya pergi sendiri tapi akan mengajak teman danmitranya. Bila ini terjadi, maka perusahaan diambang kehancuran ! Soal kehancuran tidak butuh perencanaan!

Selengkapnya...